Kaldera Bromo Masih Ditutup, Upacara 17 Agustus Diminta Digelar di Luar Kawasan
- Faradila Setya Utami
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kawasan Kaldera Bromo masih ditutup sementara setelah kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Penutupan ini berdampak pada aktivitas wisata hingga pelaksanaan upacara 17 Agustus yang biasanya digelar di kawasan tersebut.
TNBTS meminta kegiatan upacara dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk sementara dipindahkan ke lokasi lain di luar Kaldera Bromo. Kawasan tersebut masih digunakan untuk proses penanganan dan pendinginan pascakebakaran.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kondisi kebakaran saat ini sudah terkendali. Namun, petugas masih harus memastikan tidak ada bara yang tersisa di bawah permukaan tanah.
Bara tersebut masih dapat menimbulkan asap atau bahkan memicu api kembali ketika tertiup angin. Karena itu, kawasan belum bisa langsung dibuka meskipun tidak lagi ditemukan kebakaran yang meluas.
“Secara umum sudah terkendali. Tetapi tidak menutup kemungkinan masih adanya bara-bara api yang berada di bawah permukaan yang ketika ada angin kemudian bisa muncul asap maupun berpotensi menimbulkan api,” ujar Rudijanta saat ditemui di depan Kantor TNBTS Probolinggo.
Proses pendinginan ditargetkan berlangsung selama dua hari. Selama proses tersebut, satgas bersama personel yang terlibat dalam penanganan karhutla masih melakukan penyisiran dan memastikan kondisi kawasan tetap aman.
Rudijanta menegaskan belum ada keputusan mengenai waktu pembukaan kembali Kaldera Bromo. TNBTS masih menunggu hasil pengendalian di lapangan sebelum menentukan apakah kawasan sudah aman untuk kembali digunakan.
“Pembukaan kita akan menunggu hasil dari pengendalian Satgas. Ketika sudah kondusif, tentunya akan diinformasikan,” jelasnya.
Untuk sementara, seluruh aktivitas di kawasan Kaldera Bromo dihentikan, kecuali kegiatan yang berkaitan dengan pemadaman dan penanganan kebakaran. Keputusan mengenai pembukaan kembali kawasan nantinya juga akan disampaikan melalui Kementerian Kehutanan.
Sementara itu, luas kawasan yang terdampak karhutla tercatat sekitar 1.120 hektare. Luasan tersebut belum bertambah karena tidak ditemukan lagi kebakaran yang menyebar ke area lain.
“Mulai hari kemarin kalau kita melihat tidak adanya kebakaran, jadi tidak ada penambahan. Sudah tinggal sisa-sisa yang kadang muncul asap sehingga tidak ada api yang menyebar memperluas lokasi kebakaran,” kata Rudijanta.