Tarian Sakral Penjaga Harmoni Desa Olehsari
- Hari Purnomo/ VIVA Banyuwangi
Budaya, VIVA Banyuwangi –Desa Olehsari diselimuti embun. Kabut menggantung seperti doa yang tertahan, sementara suara gamelan menggema lirih, seolah waktu sedang menunggu sesuatu untuk lahir kembali. Warga berdatangan, membawa bunga, dupa, dan harapan yang dipanggul oleh leluhur.
Di tengah tanah yang dikeramatkan oleh ingatan, seorang gadis muda menari dengan mata tertutup berputar-putar mengikuti irama alam mengelilingi pusat semesta. Masyarakat menamainya Seblang.
Tradisi ini tak jatuh dari langit. Bukan hadir secara tiba-tiba, Ia lahir dari tanah yang merindukan ketenangan. Konon, ada seorang bernama Saridin, yang merupakan sesepuh desa.
Sekian generasi berikutnya sampai pada Semi, gadis yang namanya kini abadi dalam hikayat desa ditakdirkan menjadi penari Seblang, karena nazar seorang ibu yang mendermakan anak perempuannya untuk menjaga keberlangsungan tradisi, maka Tuhan pun merestuinya.
Riwayat mengukir narasi tentang asal-usulnya, bahwa Seblang tak hanya sebuah pertunjukan tari biasa, ia adalah pengingat dan ritus yang turut serta menjaga harmoni keterhubungan antara manusia, alam dan Tuhan.
Ritus adalah cara jiwa mengingat asalnya, tulis Mircea Eliade. Maka Seblang bukan hanya tontonan, tetapi ia ada sebagai perenungan yang mengajarkan tuntunan. Penari yang kemudian mengalami trance atau disebut kesurupan, mengenakan Mahkota yang terbuat dari pupus pisang, menjadi simbol nilai kejujuran yang tak boleh usang ditelan oleh zaman.
Mata tertutup nya membawa masyarakat untuk melihat masa lalu sebagai modal utama untuk melahirkan manusia-manusia unggul di masa depan. Gerak gemulai penari Seblang bukan sekadar komposisi estetik, ia dapat menjadi pengingat bahwa hidup harus dijalani dengan melibatkan gerak batin, bukan hanya berpegang dengan pandangan mata semata.
Gerakan yang diperagakan oleh tubuh penari Seblang memang terlihat lambat, berputar-putar di sekitar payung agung, tapi di situlah letak siasatnya. Ia mengundang siapa saja dengan melempar selendang ke arah penonton yang mengerumuninya.
Sang terpilih akan diminta serta untuk menari bersama. Mereka menjadi bagian dari prosesi penyucian kolektif yang dilakukan oleh sang Penari Seblang. Sebab kesucian, dalam pandangan tradisi ini, bukan soal moral pribadi melainkan nasib bersama.