Ritual Bakar Tongkang
- https://wonderfulimages.kemenparekraf.go.id/read/130/tradisi-bakar-tongkang-jadi-atraksi-wisata-utama-di-bagan-siapiapi
Budaya, VIVA Banyuwangi – Taukah kamu ada event festival di Riau yang seru untuk ditonton? Ini dia Ritual Bakar Tongkang. Ritual Bakar Tongkang adalah sebuah ritual tahunan masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir, Kota Bagansiapiapi yang sudah terkenal sampai mancanegara dan masuk dalam program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yakni Karisma Event Nusantara (KEN).
Banyak wisatawan dari Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Tiongkok Daratan yang datang ke event tahunan ini.
Tradisi ini memiliki cerita yang sangat erat dengan kelompok imigran Tiongkok pertama yang meninggalkan tanah air mereka serta menetap di Riau yang kemudian dikenal dengan nama Bagansiapiapi. Bakar tongkang adalah membakar kapal terakhir tempat mereka berlayar. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1826. Dari kisah ini diyakini jika leluhur Bagansiapiapi merupakan orang Tang-lang generasi Hokkien yang berasal dari Distrik Tong’ an ( Tang Ua) di Xiamen, Provinsi Fujian, di Tiongkok Selatan yang meninggalkan tanah airnya dengan kapal yang mempunyai pangkalan datar yang digunakan sebagai alat pengangkat pasir serta mineral yang ditambang.
Awal mulanya, terdapat 3 kapal tongkang dalam ekspedisi ini, akan tetapi hanya satu kapal yang menggapai tepi laut Sumatra. Kelompok yang dinahkodai oleh Ang Mie Kui lah yang sukses mendaratkan kapal yang ditumpanginya di tepi laut Riau karena mengikuti kunang-kunang yang berkedip-kedip ditengah malam dan oleh penduduk setempat dikenal dengan nama api-api.
Sesampainya di tanah yang tidak berpenghuni yang terdiri dari rawa-rawa, hutan, dan padang rumput, mereka memutuskan untuk menetap dan memberinya nama Bagansiapiapi atau yang disebut “Tanah Kunang-Kunang”. Para imigran ini bersumpah bahwa mereka tidak akan kembali ke tanah air mereka, kemudian mereka membakar kapal tongkang tersebut dan menetap hingga sekarang di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.