Perkara Macet, Warga Probolinggo Ngeluh ke LBSI

Rumah Yulia Yang Tertutup Di Probolinggo Ditinggal Ke Bali
Sumber :
  • Achmad Fuad Afdlol/viva banyuwangi

 Lumajang, VIVA Banyuwangi – Dianggap perkara di Polres Lumajang macet atau tidak ada kepastian hukum, Yulia Dewi Suryajaya (51), yang beralamat di Ruko Panglima Sudirman No 9A, RT/RW: 001/013, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, mengeluh kepada LSM Lumajang Bergerak Satu Indonesia (LBSI) Kabupaten Lumajang, Minggu (13/8/2023) via chat WhatsApp.

img_title Musnahkan Ribuan Botol, Bupati Lumajang Tegaskan Tak Terbitkan Izin Perdagangan Minuman Beralkohol

 

Berdasarkan bukti surat laporan nomor : LP/B/106/lV/2022/SPKT/POLRES LUMAJANG/POLDA JAWA TIMUR, warga Kota Probolinggo ini, jadi korban perceraian dengan data yang diduga dipalsukan oleh suaminya.

img_title Kak Seto “Semprot” Kualitas Guru Menurun: “Mendidik Bukan Membidik, Mengajar Bukan Menghajar!”

 

Hal tersebut berujung dengan dilaporkannya sejumlah pihak ke Polres Lumajang, namun sampai detik ini korban Pelapor masih belum mendapatkan kejelasannya atas kasus dugaan pemalsuan data.

img_title Gas Melon Disorot! Bupati Lumajang Keluarkan Surat Edaran Tegas: Harga Maksimal Rp 18 Ribu, Pangkalan Dilarang “Main Mat

 

“Perkara ini sudah berjalan hampir dua tahun, saya sebagai korban merasakan keanehan atas pelaporan tersebut, dan saat ini ada LSM LBSI yang siap membantu memperlancar prosesnya, semoga saja lancer sesuai apa yang diharapkan,” katanya kepada media ini.

 

Sebenarnya, menurut Yulia, dirinya sudah capek, dipanggil ke Polres Lumajang beberapa kali, tetapi tidak ada kelanjutannya, dan menurutnya sebuah keadilan itu cuma mimpi saja bagi dirinya.

 

“Dulu dari kepolisian tidak di apa-apakan, cuma dipanggil-panggil saja, tanpa ada kelanjutannya. Dan ini tidak seperti yang saya harapkan, katanya segera gelar perkara, segera ditetapkan tersangka, habis itu ditunda lagi,” keluhnya.

  

 

Kejadian ini berawal dari gugatan yang dilakukan oleh suami korban yang bernama Feri Triwinarko (46), yang menggugat isterinya yang bernama Yulia Dewi Suryajaya (50) di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Lumajang. Dan waktu itu, Yulia merasakan ada kejanggalan dalam data-data yang diterima PA Lumajang tersebut.

 

Dikutip dari media online yang memberitakan sebelumnya, Yulia saat dikonfirmasi awak media lewat telepon selulernya mengatakan, yang mengeluarkan akta cerai mereka seharusnya PA Probolinggo, karena pernikahan mereka di PA Probolinggo.

 

“Akta cerai yang saya terima dikeluarkan PA Lumajang, tiba-tiba terbit akta cerai tanpa ada panggilan kepada saya, sebagai yang bersangkutan,” ujarnya.

 

Pihak Penggugat disini bisa saja menghadirkan saksi palsu, yang mana Tergugat tidak mengenal mereka, padahal para saksi bersumpah di bawah Al Qur’an. Dan di dalam surat keterangan dari Kepala Desa (Kades) Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh menyebutkan, Penggugat bukan warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Halaman Selanjutnya
img_title