Pelajar MI yang Tewas Tergantung Batal Diautopsi
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Pelajar kelas 5 MI yang ditemukan tewas tergantung di kandang sapi batal dilakukan autopsi.
Alasan batalnya proses pemeriksaan lebih lanjut tersebut, karena orang tua kandung dari pelajar kelas 5 MI itu tidak ingin melanjutkan proses otopsi.
Dr. Solakhudin, Kepala Instalasi Kamar Jenazah
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
“Tidak dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi, karena keluarga menolak” tutur Dr. Solakhudin, Kepala Instalasi Kamar Jenazah, Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan pada Banyuwangi.viva.co.id.
Solakhudin menjelaskan, meskipun proses autopsi tidak dilakukan, namun pemeriksaan luar tetap dijalankan guna mengumpulkan data sebanyak mungkin.
“Pemeriksaan luar tidak ada tanda kekerasan, hanya ada jeratan leher saja” jelas Kepala Instalasi.
Meski begitu, pihak rumah sakit tidak dapat memberikan kesimpulan atas apa yang terjadi.
Dokter juga memberikan edukasi terhadap informasi ciri-ciri khusus dari tindakan bunuh diri yang tersebar luas dan diterima masyarakat.
“Tidak, itu ciri-ciri khusus data yang istilahnya tidak signifikan yah” ucap Solakhudin
Rencananya, pelajar kelas 5 MI yang berumur 11 tahun tersebut, akan dikebumikan pada Selasa, 23 Januari 2024.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Andrew Vega
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
“Hari ini rencananya akan dikebumikan” tutur Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Andrew Vega pada Banyuwangi.viva.co.id.
Sebelumnya, sempat terjadi tarik ulur proses autopsi, yang dimana, pihak keluarga dari sang paman menolak, namun orang tua kandung meminta pemeriksaan dalam dilakukan.