Berasa Rumah Sendiri, Residivis Curanmor 8 Kali Dipenjara

Aksi residivis di Jember berakhir ditangan polisi
Sumber :
  • Sugianto/VIVA Banyuwangi

Jember, VIVA Banyuwangi – Sudah 8 kali masuk penjara, tidak membuat kapok AH (53) warga Dusun Jatisari, Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, untuk melakukan aksi pencurian sepeda motor.

img_title Dari Kesepahaman Menuju Kolaborasi Nyata

Dimana aksinya bersama JN (47) warga Lingkungan Sumbersalak, Kelurahan Keranjingan, Kecamatan Sumbersari, kini berakhir ditangan polisi

Keduanya ditangkap bersama kedua orang yang diduga penadah sepeda motor, yang hasil curian di beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jember.

img_title Mencontoh Parkir Rapi untuk Banyuwangi

Menurut Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi dalam press conference di kantornya, dari 21 TKP diamankan barang bukti sebanyak 18 unit sepeda motor atau roda dua. 

"Dari 4 terduga pelaku yang diamankan, dua pelaku utama inisial AH dan JN. Ada juga dua orang penadah hasil kejahatan, HR dan IM," katanya, Rabu 17 April 2024.

img_title Dari Dedaunan hingga Satwa Liar, TNI-Australia Pelajari Sumber Makanan untuk Bertahan Hidup

Informasi didapat, HR (44) warga Dusun Tegalan, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo dan IM (45) warga Dusun Krajan, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat. 

Terungkapnya komplotan ini, setelah melakukan hasil pendalaman tiga LP (Laporan Polisi) di wilayah Kecamatan Kalisat. 

"Dua orang pelaku utama merupakan residivis, AH kurang lebih 8 kali masuk Lapas atau di penjara, sedangkan JN sudah tiga kali masuk Lapas atau di penjara dengan kasus yang sama," ungkapnya. 

Kapolres menegaskan, jika kedua terduga pelaku utama sempat ditemukan barang bukti senjata tajam, yang diduga digunakan untuk melakukan aksi Pencurian dengan Kekerasan (Curas). 

"Tersangka pernah melakukan curas, karena membawa senjata tajam. Kemungkinan besar, pernah juga pencurian dengan kekerasan," tegasnya.

Polres Jember terus bekerja keras untuk mengungkap jaringan lainnya yang ada di Jember. 

Kedua tersangka pelaku utama akan dijerat dengan pasal 363 ayat (2) KUHP dan 363 ayat (1) ke 4 KUHP. 

Sedangkan kedua penadah, dijerat pasal 480 ke 1 KUHP atau pasal 363 ayat (2) KUHP dan 363 ayat (1) ke 4 KUHP Jo 56 ayat (2) KUHP serta pasal 480 ke 1, 2 KUHP.