Miris! DAM Gambiran Jebol Diabaikan Tapi Untuk Bayar Konser Slank Uang Ada
- Achmad Fuad Afdlol
Lumajang - Jebolnya DAM Gambiran seperti diabaikan oleh pemerintah, setidaknya itu telah berlangsung dalam 3 tahun terakhir. Tapi di sisi lain, Pemkab Lumajang mampu menggelar dan membayar konser grup band papan atas tanah air, Slank.
Seperti diketahui, akibat jebolnya DAM Gambiran telah memberikan dampak buruk bagi puluhan hektar lahan pertanian yang tersebar di Desa Bareng, Desa Blukon, Kelurahan Rogotrunan dan Kelurahan Jogoyudan.
Menyikapi hal itu, Ketua LSM Lumajang Bergerak Satu Indonesia (LBSI) Kabupaten Lumajang, H Romli Efendi, mengatakan jika keluhan itu sudah sering didengar oleh pemerintah. Namun Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang tidak segera mengambil tindakan.
"Ya jelas tidak bertindak, sebab DAM Gambiran itu dibawah naungan UPT PSDA WS Bondoyudo Baru, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur, bukan DPUTR Kabupaten Lumajang," katanya, Rabu (31/05/2023).
Menurut LSM LBSI Kabupaten Lumajang, kata H Romli, lambatnya penanganan perbaikan DAM Gambiran ini bisa disebabkan berbagai macam sebab musababnya.
"2 tahun lalu Covid-19 melanda, sudah tidak bisa menggunakan anggaran, tahun ini lagi pemulihan, malah belum bisa pulih," ujarnya.
Dari informasi yang diperoleh, ada pekerjaan Penunjukan Langsung (PL) untuk pembelian mesin pompa diesel yang digunakan untuk menyedot air yang langsung bisa dialirkan ke saluran pengairan.
Bakir, salah satu petani Desa Bareng, menyampaikan kalau debit air yang tidak lancar diduga adanya aktivitas keramba di aliran Kali Temi (saluran BLB6).
"Sebelumnya, kami dari 4 perwakilan petani dari 4 desa mendatangi DPUTR pada Jumat (26/05/2023) lalu dan di temui Staf Bidang Sumber Daya Air DPUTR Kabupaten Lumajang, dan akan menyampaikan keluhan petani yang akan disampaikan kepada Pimpinan," ucap Bakir.
Pantauan di lapangan, pertemuan antara petani dan petugas DPUTR dilakukan di ruangan rapat. Dihadiri oleh Kabid SDA Hari Sudjoko, Humas DPUTR Subowo, serta Juru pengairan Atau kepala UPT Kecamatan Lumajang.
Kekecewaan warga berawal adanya even konser Slank, yang telah menghabiskan anggaran APBD sebesar Rp 1 miliar, sedangkan untuk pembangunan demi kelangsungan hidup petani pemerintah enggan menggelontorkan anggaran sebesar itu.