Inovatif! Warga Jember Ubah LPG Melon Jadi BBM Kendaraan
- Bambang Sugiarto/ VIVA Banyuwangi
Jember, VIVA Banyuwangi – Kreativitas muncul di tengah krisis. Seorang warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, menemukan solusi unik saat kelangkaan BBM melanda wilayahnya. Mohammad Samsul Arifin berhasil mengubah gas LPG melon menjadi bahan bakar alternatif untuk kendaraan roda tiga miliknya yang biasa digunakan mengantar barang setiap hari.
Langkah ini diambil Samsul ketika antrean BBM di SPBU mengular hingga beberapa kilometer beberapa waktu lalu, sementara ia tetap harus memenuhi pesanan dan permintaan pelanggan.
Gas LPG Melon jadi bahan bakar alternatif.
- Bambang Sugiarto/ VIVA Banyuwangi
“Dulu saya bingung, SPBU antre panjang. Sementara barang harus cepat sampai. Akhirnya saya coba pakai LPG melon, dan ternyata berhasil,” ungkap Samsul.
Samsul memanfaatkan ilmu teknik mesin yang ia pelajari saat masih sekolah untuk memodifikasi kendaraannya. Ia menghubungkan tabung LPG langsung ke mesin motor dengan beberapa penyesuaian pada komponen mesin. Hasilnya, kendaraan dapat melaju dengan baik dan stabil.
“Hanya ubah sedikit onderdil, sambung ke saluran mesin, dan motor bisa jalan seperti biasa. Bahkan lebih irit,” tuturnya.
Menurut pengakuannya, satu tabung LPG 3 kilogram bisa digunakan dari pagi hingga sore hari. Jika dibandingkan dengan penggunaan BBM jenis Pertalite, Samsul biasanya harus membeli hingga 4 liter per hari untuk jarak tempuh yang sama.
Solusi ini membuat Samsul tidak lagi menerima keluhan dari konsumennya akibat keterlambatan pengiriman. Ia berharap, inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi warga lain dalam menghadapi krisis bahan bakar, tentu dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan standar keselamatan.