Polije Dorong Industri Durian Zero Waste di Jember
- Palupi Ambarwati/ VIVA Banyuwangi
Jember, VIVA Banyuwangi – Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui tim pengabdian masyarakat resmi meluncurkan program Penguatan Industri Durian Lokal Berbasis Zero Waste di kawasan Rembangan, Jember. Program ini merupakan kerja sama dengan UKM Durian Rembangan Bersinar dan bertujuan meningkatkan produktivitas, daya saing, serta keberlanjutan industri durian lokal.
Kabupaten Jember dikenal sebagai salah satu sentra durian di Jawa Timur dengan produksi mencapai 100,2 ribu ton pada 2019. Namun, berbagai tantangan seperti teknik budidaya yang belum sesuai standar dan pemasaran yang terbatas masih menjadi kendala utama bagi petani.
Menjawab persoalan itu, tim yang diketuai oleh Hendra Yufit Riskiawan bersama Dian Galuh Pratita dan Mokhamad Fatoni K menghadirkan pelatihan budidaya sesuai Good Agricultural Practices (GAP), teknologi induksi pembungaan, serta strategi manajemen dan pemasaran.
“Program ini bukan hanya memperkuat kapasitas petani durian dari sisi budidaya dan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang durian Jember menembus pasar yang lebih luas,” ujar Hendra.
Fokus utama program ini adalah penerapan prinsip zero waste, dengan memanfaatkan seluruh bagian buah durian, mulai dari kulit, biji, hingga limbah organik untuk dijadikan produk turunan bernilai jual tinggi seperti pupuk dan olahan makanan.
Antusiasme petani dan partisipasi aktif mahasiswa Polije yang terjun langsung ke lapangan turut mempercepat penerapan inovasi dan pengelolaan modern di UKM.
Polije berharap, lewat program ini, durian Jember dapat semakin dikenal sebagai komoditas unggulan yang tak hanya berkualitas tinggi, tapi juga ramah lingkungan dan berdaya saing global.