Meugang: Tradisi Unik Menyambut Lebaran di Aceh
Budaya, VIVA Banyuwangi – Meugang adalah tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Aceh dalam menyambut hari raya Idulfitri. Tradisi ini melibatkan memasak dan makan daging bersama keluarga, kerabat, dan tetangga. Meugang bukan hanya sekadar tradisi kuliner, tetapi juga memiliki makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur.
Sejarah dan Asal Usul
Tradisi Meugang diperkirakan telah ada sejak masa Kesultanan Aceh. Menurut sejarah, Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17 memerintahkan agar hewan ternak disembelih dan dibagikan kepada rakyatnya sebagai bentuk rasa syukur atas kemakmuran Kesultanan Aceh. Tradisi ini kemudian terus dilestarikan oleh masyarakat Aceh hingga saat ini.
Pelaksanaan Tradisi Meugang
Meugang biasanya dilakukan selama tiga hari berturut-turut sebelum hari raya Idulfitri. Pada hari-hari tersebut, pasar-pasar di Aceh dipenuhi oleh penjual daging sapi dan kerbau. Masyarakat berbondong-bondong membeli daging untuk dimasak dan dinikmati bersama keluarga.
Daging Meugang dimasak dalam berbagai hidangan lezat, seperti kari, rendang, dan gulai. Hidangan-hidangan ini kemudian disantap bersama nasi dan hidangan pelengkap lainnya. Momen makan bersama ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga dan tetangga.