Perang Ketupat: Tradisi Masyarakat Kudus Menyambut Hari Raya
- https://pin.it/1VulxwIQJ
Budaya, VIVA Banyuwangi – Kudus, sebuah kota kecil di Jawa Tengah, memiliki tradisi unik dalam merayakan Idulfitri. Tradisi ini bernama "Perang Ketupat", sebuah tradisi yang mencerminkan rasa syukur dan kebersamaan masyarakat Kudus dalam menyambut hari raya.
Makna dan Filosofi Perang Ketupat
Perang Ketupat adalah tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Kudus setelah salat Idulfitri dengan saling melempar ketupat. Tradisi ini bukan hanya sekadar saling melempar ketupat, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam, yaitu:
Simbol rasa syukur: Perang Ketupat merupakan simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Kebersamaan: Tradisi ini mempererat tali silaturahmi dan menciptakan suasana harmonis antar masyarakat.
Permohonan kesuburan: Perang Ketupat juga merupakan simbol permohonan kesuburan.
Pembersihan diri: Beberapa masyarakat juga menganggap tradisi ini sebagai simbol pembersihan diri dari kesalahan.