Bukan Sekadar Ngomong: 7 Kunci Komunikasi Sehat antara Orang Tua dan Anak
- https://shorturl.at/iRKQS
Parenting, VIVA Banyuwangi – Berapa kali kamu merasa sudah bicara baik-baik, tapi anak malah menjauh? Atau sebagai anak, kamu merasa tidak didengarkan sama sekali? Bisa jadi masalahnya bukan pada apa yang diucapkan, tapi bagaimana cara kita menyampaikannya.
Komunikasi sehat bukan soal siapa yang lebih tua atau lebih tahu, tapi soal membangun jembatan yang saling menguatkan. Yuk, kita bongkar 7 kunci sederhana tapi berdampak besar untuk menciptakan komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
1. Dengarkan Tanpa Menghakimi
Banyak orang tua langsung bereaksi saat anak bicara, entah itu menyela atau mengoreksi. Padahal, anak butuh didengar, bukan dihakimi. Biarkan mereka mengekspresikan perasaannya dulu. Diam sejenak dan dengarkan sepenuh hati. Dari situ, anak akan merasa dihargai dan lebih terbuka.
2. Gunakan Bahasa yang Ramah dan Empatik
Kata-kata punya daya. Kalimat seperti, “Kamu selalu begitu!” bisa melukai lebih dalam daripada yang kita kira. Gantilah dengan kalimat empatik, seperti, “Mama/Papa ngerti kok kamu lagi kesal.” Anak akan lebih mudah menerima jika kita memilih kata dengan bijak dan lembut.