Lapak Pasar Ikan di Kota Pasuruan Ambruk, Puluhan Pedagang Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
- Reconstantine Jeneva Carravello/ VIVA Banyuwangi
Pasuruan, VIVA Banyuwangi –Pasar ikan di Kota Pasuruan mendadak menjadi pusat perhatian setelah puluhan lapak ambruk akibat tergerus derasnya aliran Sungai Gembong, Rabu pagi. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menimbulkan kerugian besar bagi para pedagang yang menggantungkan hidup mereka di lokasi tersebut.
Detik-Detik Ambruknya Lapak Pasar Ikan
Peristiwa nahas ini terekam jelas oleh kamera warga. Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat lapak-lapak di bantaran Sungai Gembong ambruk satu per satu. “Kemarin sudah ada dua lapak yang jatuh ke sungai. Tadi pagi semuanya ikut ambruk,” kata Maulidah, salah satu pemilik lapak, dengan nada sedih.
Sebanyak 10 lapak semi permanen milik para pedagang ikan kini rata dengan tanah. Saat kejadian, beruntung lapak-lapak tersebut dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, barang dagangan, termasuk ikan segar dan perlengkapan pedagang, ikut terseret arus sungai.
Penyebab Ambruknya Lapak: Pondasi Tak Kuat Menahan Air Sungai
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi material bangunan yang hancur. Kepala BPBD Kota Pasuruan, Ari Wikiono, menjelaskan bahwa pondasi lapak-lapak tersebut sudah rapuh dan tidak layak menahan beban, terutama saat aliran Sungai Gembong sedang deras akibat hujan lebat beberapa waktu terakhir.
“Pondasi lapak ini tidak kuat lagi. Ditambah hujan deras sebelumnya membuat sungai meluap dan semakin menggerus bantaran. Kondisi ini memang rawan ambruk,” ujar Ari Wikiono.