Peradaban Tiongkok Kuno, Jejak Sejarah yang Abadi

Peradaban Tiongkok Kuno: Jejak Sejarah yang Abadi
Sumber :
  • https://nationalgeographic.grid.id/read/134166891/singkap-delapan-ibu-kota-tiongkok-kuno-yang-menjadi-permata-dari-timur?page=all

Sejarah, VIVA Banyuwangi –Peradaban Tiongkok kuno merupakan salah satu peradaban tertua dan paling berpengaruh di dunia. Bermula dari lembah Sungai Kuning pada zaman Neolitikum, peradaban ini berkembang melalui berbagai dinasti yang silih berganti, meninggalkan warisan budaya, teknologi, dan filsafat yang masih relevan hingga kini.

img_title Menhan Sjafrie Sebut Patung Sudirman di Jepang Simbol Persahabatan Abadi

Awal Mula Peradaban

Jejak manusia purba di wilayah Tiongkok telah ditemukan sejak 1,7 juta tahun yang lalu. Namun, peradaban yang lebih terstruktur mulai berkembang di sepanjang lembah Sungai Kuning pada masa Neolitikum.

img_title 1 Kapal Perang Tiongkok Bertabrakan, Filipina Ungkap Faktanya!

Wilayah ini menjadi pusat pertanian dan pemukiman tetap, yang kemudian melahirkan budaya-budaya awal seperti Yangshao dan Longshan.​

Dinasti-Dinasti Awal

img_title 3 Negara Memanas Ini Akhirnya Berbalik Serang Israel!

Sejarah tertulis Tiongkok dimulai pada era Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM). Dinasti ini dikenal melalui penemuan cangkang kura-kura dengan aksara Tionghoa kuno yang berasal dari periode tersebut.

Setelah Shang, Dinasti Zhou (1046–256 SM) mengambil alih dan memperkenalkan konsep Mandat Surga, yang menjadi dasar legitimasi kekuasaan raja.

Pada masa Zhou inilah filsafat-filsafat besar seperti Konfusianisme dan Taoisme mulai berkembang.​

Penyatuan dan Kemajuan

Pada tahun 221 SM, Qin Shi Huang berhasil menyatukan berbagai kerajaan yang terpecah dan mendirikan Dinasti Qin (221–206 SM), menandai awal kekaisaran Tiongkok yang terpusat.

Meskipun singkat, dinasti ini mencapai prestasi monumental seperti pembangunan Tembok Besar dan standarisasi sistem tulisan, mata uang, serta ukuran.​

Setelah runtuhnya Qin, Dinasti Han (206 SM–220 M) mengambil alih dan membawa Tiongkok ke era keemasan.

Pada masa ini, Konfusianisme menjadi ideologi resmi negara, dan penemuan seperti kertas serta porselen muncul.

Perdagangan melalui Jalur Sutra juga berkembang pesat, menghubungkan Tiongkok dengan berbagai peradaban lain di Asia dan Eropa.​

Periode Dinasti-Dinasti

Setelah Han, Tiongkok mengalami periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai Enam Dinasti (220–589 M), di mana negara terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil.

Penyatuan kembali terjadi di bawah Dinasti Sui (581–618 M), yang memperluas Tembok Besar dan membangun Kanal Besar untuk meningkatkan konektivitas dan perdagangan.​

Dinasti Tang (618–907 M) kemudian membawa Tiongkok ke puncak kejayaannya, dengan ibu kota Chang'an menjadi salah satu kota terbesar dan paling kosmopolitan di dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title