3 Negara Memanas Ini Akhirnya Berbalik Serang Israel!
- youtube.com
Israel, VIVA Banyuwangi – Tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat. Setelah rencana serangan militer ke Gaza kembali digaungkan, sejumlah negara besar mengambil langkah berani. Australia, Tiongkok, dan PBB, terang-terangan menentang aksi Israel.
Seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews pada Selasa, 12 Agustus 2025, PBB dan Tiongkok memberikan peringatan keras. Mereka khawatir, serangan itu akan memicu bencana kemanusiaan yang lebih besar. Rencana Israel ini dianggap tidak manusiawi.
"Rencana ini berpotensi memicu bencana lain dengan dampak luas," ujar Miroslav Jenka. Seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews.
Asisten Sekretaris Jenderal PBB ini menyampaikan kekhawatiran itu di hadapan Dewan Keamanan PBB. Ia mendesak Israel untuk membatalkan rencananya.
Dukungan juga datang dari Tiongkok. Perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, dengan tegas menentang Israel. Tiongkok tidak setuju jika Gaza diambil alih.
"Kami menentang segala upaya untuk mengambil alih Gaza," ujar Fu Cong, seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews.
Ia menekankan, gencatan senjata harus segera dilakukan. Hal itu adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian.
Langkah lebih berani diambil oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Ia mengisyaratkan akan mengakui negara Palestina. Keputusan ini mengikuti jejak Prancis, Inggris, dan Kanada.
Anthony Albanese mengatakan, pengakuan ini mencakup tidak adanya peran Hamas dalam pemerintahan. Namun, ia tetap menegaskan, Australia akan tetap mengakui negara Palestina.
"Australia akan mengakui negara Palestina," ujar Anthony Albanese, seperti dilansir dari tvOneNews.
Keputusan itu membuat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, marah besar. Netanyahu menuduh tindakan tersebut adalah "hadiah bagi Hamas." Namun, Australia tidak peduli dengan tuduhan tersebut.
Duta Besar Israel Jonathan Miller, mencoba membela diri.
"Tujuan kami adalah membebaskan Gaza dari rezim teror brutal," ujar Jonathan Miller, seperti dikutip dari tvOneNews.
Namun, pembelaan itu tidak bisa meredam kritik dari dunia internasional.
Kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, Rames Raja Singham, juga ikut angkat bicara. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam. Bahwa akan ada lebih banyak korban jiwa jika Israel tetap melanjutkan operasi militernya.