Petani Tertipu 135 juta Daftar PNS, Polisi Periksa 2 Saksi

Kantor Mapolsek Rogojampi
Sumber :
  • Istimewa

Banyuwangi – Seorang Petani yang menginginkan anaknya lolos Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) dan uang 135 juta sudah terbayarkan. 2 orang saksi sudah di panggil dan diperiksa aparat kepolisian.

img_title Materi SKD CPNS Lengkap, TWK, TIU, TKP Beserta Contoh Soal dan Pembahasannya

"Masih dalam tahap pemeriksaan saksi- saksi, sementara untuk tambahan korban lain tidak ada," kata Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono saat dikonfirmasi Redaksi Banyuwangi.viva.co.id, Senin (05/06/2023).

Sebelumnya kasus dugaan penipuan berkedok jaminan untuk kelulusan rekruitmen CPNS Kemenkumham tahun 2019 lalu ini oleh korban telah dilaporkan kepada pihak Polsek Rogojampi pada, Rabu (31/05/2023) kemarin.

img_title Kamus CPNS ,17 Istilah Penting Dalam Seleksi CPNS Yang Wajib Dipahami Sebelum Daftar

"2 orang termasuk terlapor sudah kami periksa," terang Kompol Sudarsono.

Baca juga : Ingin Anaknya Lolos PNS, Petani Banyuwangi Ketipu Calo 135 Juta

img_title Mau Daftar CPNS 2026? Ketahui Jadwal, Persyaratan, Dokumen, dan Materi Tesnya

Diketahui korban bernama Sali warga asal Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Kuat dugaan kasus penipuan yang menimpa salah warganya atas nama Sali itu disampaikan pihak Pemerintah desa setempat.

"Yang jelas gini mas, pertama saya juga berterima kasih, terus yang kedua terkait dengan persoalan masyarakat. Muaranya itu tetep larinya kan ke pemerintahan Desa," kata Sugiharto Kades Karangbendo saat dikonfirmasi, Kamis (01/06/2023). 

Sugiharto juga menerangkan korban telah memberikan anggaran untuk mahar agar anaknya lulus seleksi totalnya 135 juta Rupiah telah diberikan kepada calo pada tanggal 3 September 2021 lalu.

"Terkait dengan pak sali ini yang memang apa katanya, sudah mengeluarkan anggaran dijanjikan untuk pendaftaran PNS itu kurang lebih hampir 2 tahun tetapi kenyataannya sampai sekarang kan ndak ada kelanjutannya," ujarnya.

Dirinya berharap persoalan yang menimpa Korban Sali cepat selesai dan ada kejelasan apa yang diinginkan korban segera terwujud, yang paling penting kejadian yang tidak terjadi lagi kepada warga yang lain.

"Iya yang jelas kan begitu, namanya warga yang merasa dirugikan secara otomatis kepala desa memberikan statemen itu, Saya kira kan wajar. Jangan sampai warga yang lain jangan jadi korban selanjutnya,"tandasnya.