RP. 5,000 untuk Sebuah Kenangan

Fotografer sedang membidik momen para pelari
Sumber :
  • Faradila Setya Utami / VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Fenomena lari semakin pesat di Indonesia. Bahkan aplikasi olah raga “Strava” mencatat kenaikan jumlah download aplikasi sebanyak 26% dari tahun lalu. Pagi hari maupun sore hari di alun-alun kota, Gedung Olah Raga, maupun di pinggiran jalan banyak warga yang memanfaatkan atau bahkan menyisihkan waktunya untuk menyempatkan diri berolah raga. 

img_title 5 Hobi Olahraga Lagi Viral Saat Ini, Dari Padel Hingga Pilates

Di sela-sela aktivitas itu terdapat sosok yang tak kalah menariknya yaitu fotografer jalanan yang menawarkan jasa memotret para pelari. Dengan kameranya, mereka siap siapa membidik momen para pelari dari yang tersenyum puas,maupun yang sedang terlihat Lelah. 

Tarifnya? Hanya 5,000 rupiah saja untuk satu foto. Fotografer menangkap momen para pelari, lalu mempostingnya di akun sosial media mereka. Para pelari yang menginginkan fotonya dapat menghubungi fotografer dan membayar jumlah foto yang diinginkan melalui system bayar QRIS maupun transfer rekening. 

img_title 7 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Terbaik Dibawah Rp300 Ribu, Nyaman Dan Cocok Untuk Pemula

Namun, jasa ini tak selalu ramai peminat. Sebagian besar pelari cenderung berfoto dengan ponsel mereka sendiri. Padahal, hasil foto yang dihasilkan oleh fotografer memiliki sudut pandang yang berbeda, menangkap ekspresi yang lebih natural dengan hasil foto yang lebih tajam dibandingkan berfoto menggunakan handphone.

Fotografi lari itu hanya selingan, untung-untungan. Tidak selalu menghasilkan keuntungan, kadang hanya cukup untuk mengganti bensin,” ujar Dwi Sasonto (27), Fotografer lari yang sudah menggeluti dunia fotografi sejak tahun 2021, kepada Banyuwangi.viva.co.id. “Namanya selingan ya dijalani dengan sengang hati. Kalau dijadikan pekerjaan utama, jatuhnya jadi rugi,” lanjutnya. 

img_title Mimpi 11 Pemain Indonesia Berlaga di 5 Liga Top Eropa, Kapan Bisa Terwujud?

Hal serupa juga disampaikan oleh pelaku usaha fotografer lari lainnya, Furhan (27) yang turut meresahkan bisnisnya. “Sebenarnya tarif saya bukan Rp. 5,000, akan tetapi mau bagaimana lagi, apabila dipatok lebih mahal semakin tidak laku,” Kata Furhan.

Meskipun penghasilannya tidak seberapa, namun kehadiran para fotografer ini menambah warna pada kegiatan olah raga Masyarakat dan juga sebagai saksi semangat Masyarakat untuk hidup lebih sehat.