Noel Ternyata ‘Kode Keras’ Minta Ducati ke Sultan Kemenaker

meminta sebuah motor mewah Ducati dari pejabat Kemenaker
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com/berita/nasional/364739-terungkap-kode-keras-wamenaker-noel-minta-ducati-ke-sultan-kemenaker

Jakarta - VIVA Banyuwangi – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel “Noel” Ebenezer, semakin membuka tabir baru.

img_title Noel Akui Bersalah, KPK Buka Peluang Periksa Anaknya dalam Skandal Rp81 Miliar Sertifikat K3

Tak hanya aliran dana mencurigakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengungkap adanya permintaan motor mewah Ducati yang diberikan oleh pejabat Kemenaker kepada Noel.Senin, 25 Agustus 2025 

Dikutip dari tvonenews.com, KPK menyita 22 unit kendaraan dalam OTT tersebut, terdiri dari 15 mobil dan 7 sepeda motor. Selain itu, diamankan pula uang tunai sekitar Rp170 juta dan USD 2.201. Dari sekian barang bukti, perhatian publik tertuju pada satu motor mewah Ducati yang ternyata punya kisah tersendiri.

img_title Silfester Ungkap Masa Lalu Kelam Noel “Dulu Sering Minta Uang, Kini Terjerat OTT KPK”

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa motor tersebut diberikan oleh Irvian Bobby Mahendro (IBM), Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker.

Pemberian itu bermula dari percakapan santai antara Noel dan Irvian, yang belakangan ditafsirkan sebagai “kode keras.”

img_title Noel Menangis Minta Amnesti, Istana Tegaskan Prabowo Tak Akan Bela Koruptor

“Saya tahu kamu main motor besar. Kalau untuk saya (IEG), cocoknya motor apa?” ujar Setyo, menirukan ucapan Noel kepada Irvian.

Merespons “kode” tersebut, Irvian pun membelikan satu unit Ducati dan mengirimkannya langsung ke rumah Noel. Hal ini menambah daftar panjang barang mewah yang kini masuk dalam barang bukti penyidikan KPK.

Tak berhenti di situ, KPK juga menelusuri pola komunikasi antara Noel dan sejumlah pejabat serta pengusaha.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa Noel kerap menggunakan gaya komunikasi simbolis untuk meminta fasilitas atau barang bernilai tinggi, tanpa menyebutkannya secara gamblang.

Menurut Setyo, praktik ini bukan sekadar gratifikasi biasa, melainkan bagian dari pola sistematis dalam dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kemenaker.

“Ini bukan sekadar hadiah, tetapi terkait langsung dengan kewenangan jabatan yang dimiliki,” tegasnya.

Kasus Ducati ini kemudian menambah sorotan publik terhadap gaya hidup Noel. Dari seorang aktivis yang dikenal vokal, ia kini dikaitkan dengan barang mewah hasil praktik koruptif. Tak sedikit pihak menyebut, gaya hidup itu kontras dengan narasi yang dulu ia bangun di ruang publik.

KPK memastikan penyidikan akan terus berlanjut, termasuk menelusuri siapa saja pihak yang terlibat dalam penyediaan barang-barang mewah kepada Noel.