Silfester Ungkap Masa Lalu Kelam Noel “Dulu Sering Minta Uang, Kini Terjerat OTT KPK”

menyebut Noel kerap meminta uang di masa lalu.
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com/berita/364738-silfester-matutina-bongkar-kebiasaan-noel-dulu-sering-minta-uang-kini-terjerat-ott-kpk

Jakarta - VIVA Banyuwangi – Penangkapan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menuai respons publik. Salah satunya datang dari Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina, yang mengaku tidak terkejut dengan kasus tersebut.

img_title KPK: Setelah Memeras, Bupati Cilacap Bakal Bagi-bagi THR Rp20-100 Juta

Dikutip dari tvonenews.com, Silfester menegaskan bahwa kebiasaan Noel sudah terlihat sejak lama.

Ia menolak tuduhan Noel yang menyebut dirinya menggerakkan aksi demonstrasi untuk menjatuhkan jabatan Noel saat masih menjabat Komisaris PT Mega Eltra.

img_title Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK Dalam OTT

“Pernyataan Noel sangat menyesatkan. Tidak ada fakta sedikit pun bahwa saya atau Solidaritas Merah Putih terlibat menggerakkan aksi demonstrasi tersebut,” tegas Silfester.

Lebih jauh, Silfester mengungkap masa lalu Noel dengan bahasa yang keras.

img_title Antasari Azhar Berpulang, Sosok di Balik Kasus-Kasus Kelas Kakap Era Awal KPK

“Waktu miskin, bulukan, pengangguran, Noel sering datang ke kantor saya minta uang buat makan, buat berobat. Tapi sekarang malah memfitnah saya , inilah watak Noel, tidak tahu balas budi, hidupnya dari fitnah dan memeras,” ungkapnya.

Silfester menambahkan, penangkapan Noel oleh KPK sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak lama. Ia menyinggung bahwa sejak menjabat Wamenaker pada Oktober 2024, Noel mulai membangun jaringan dengan pengusaha dan makelar demi mengalirkan dana.

Bahkan, menurut catatan Silfester, pada Desember 2024 saja sudah ada aliran dana sebesar Rp3 miliar yang masuk. Senin, 25 Agustus 2025

Kasus Noel kian mencuat setelah KPK mengungkap dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. Noel kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Silfester, kasus ini bukan hanya soal Noel pribadi, melainkan cermin perilaku koruptif yang merugikan rakyat. Ia berharap KPK menelusuri lebih dalam jaringan yang diduga ikut menikmati aliran dana haram tersebut.

“Jangan berhenti di Noel. KPK harus bongkar siapa saja di belakangnya. Kasus ini menyangkut marwah negara dan nasib buruh,” ujarnya.

Penangkapan Noel sekaligus menutup babak panjang kontroversinya. Dari pembelaan terhadap isu-isu sensitif, konflik internal dengan sejumlah kelompok relawan, hingga kini terjerat kasus dugaan pemerasan, perjalanan politik Noel terus menjadi sorotan publik.