4 Fakta Mengejutkan! Rektor UGM Blak-blakan soal Ijazah Jokowi, Tak Akan Ladeni Permintaan Publik!
- www.youtube.com @tvOneNews
Yogyakarta, VIVA Banyuwangi – Kontroversi seputar keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali memanas. Setelah sekian lama menjadi perdebatan di ruang publik, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia, akhirnya angkat bicara dan memberikan pernyataan yang tegas.
Pernyataan ini sontak menjadi perbincangan, terutama karena ia menyinggung posisi UGM yang tidak akan meladeni permintaan publik untuk klarifikasi.
Seperti dikutip dari kanal YouTube @OneNews, Ova Emilia menyatakan bahwa UGM tidak memiliki kewajiban untuk menjawab setiap tuduhan yang beredar.
Ia menegaskan, pihak universitas telah menyimpan dokumen yang valid dan terverifikasi mengenai riwayat pendidikan Presiden Jokowi.
Lulusan Fakultas Kehutanan UGM itu tercatat secara resmi sebagai alumni yang lulus pada tanggal 5 November 1985. Ova juga menambahkan bahwa UGM adalah lembaga pendidikan, bukan lembaga penegak hukum yang harus membuktikan sesuatu di muka umum.
Pernyataan Ova ini muncul setelah desakan dari berbagai pihak yang terus mempertanyakan keabsahan ijazah tersebut. Ia berharap publik dapat memahami batasan wewenang universitas.
"UGM mengikuti dengan baik perkembangan di masyarakat terkait adanya pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah seorang alumni UGM yang bernama Joko Widodo," ujar Ova.
Ia menambahkan, isu ini sebenarnya bisa dengan mudah diselesaikan. Senin, 25 Agustus 2025.
"Tentu yang bisa membuktikan dan menunjukkan itu adalah yang bersangkutan," tutur Ova, merujuk pada Presiden Jokowi sendiri.
Sikap UGM dan tanggapan dari politisi ini seolah menunjukkan bahwa polemik ijazah ini bukan hanya isu personal, tetapi sudah menjadi isu politik yang berlarut-larut.
Masyarakat kini menunggu, apakah Presiden Jokowi akan menanggapi pernyataan rektor UGM dan menunjukkan ijazahnya untuk mengakhiri perdebatan ini.