5 Tips Bahagia Saat Bayar Tagihan
- https://pixabay.com/id/photos/dompet-uang-kulit-tangan-3406959/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Bagaimana rezekimu mau lancar kalau saat bayar tagihan dengan menggerutu? Tiap kali bayar tagihan listrik, air, uang sekolah anak, bawaanmu menggerutu terus. Kadang-kadang juga memarahi orang di rumah, “Siapa sih yang pake AC terus dan bikin tagihan listrik membengkak?”
Terkadang, orang kebanyakan, mungkin kamu juga, menunda-nunda bayar tagihan sampai mepet tanggal jatuh tempo. Kenapa kamu tidak bahagia dan suka menunda-nunda pembayaran tagihan? Karena kamu melihat tagihan sebagai pengeluaran, bukan sesuatu yang bisa mendatangkan kebahagiaan.
Christina Lee dalam Instagramnya mengatakan orang yang rumahnya tidak kecil, wajar kok kalau tagihan listriknya juga besar. Orangnya pun sebenarnya juga sanggup membayarnya. Besarnya tagihan itu sebenarnya sepadan dengan jumlah pemakaian listriknya.
Dahulu orang bekerja keras ingin punya bisnis sukses, punya ratusan karyawan. Nah saat terkabul keinginan itu, wajar saja kalau dia harus membayar gaji karyawannya. Namun kalau dia menggerutu, semesta juga bingung. Dia sebenarnya mau tidak sih jadi orang sukses?
Tagihan Sebagai Alat Mendapatkan Layanan
Padahal, orang-orang sukses punya kebiasaan yang berbeda. Mereka melihat tagihan sebagai alat untuk mendapatkan layanan, bukan sekadar kewajiban yang harus dibayar.
Analogi sederhananya seperti ini: saat kamu mengambil air dari dispenser, kamu harus membeli galon air terlebih dahulu, bukan? Uang yang kamu bayarkan untuk galon itu sebenarnya bukan pengeluaran, tapi pertukaran agar kamu bisa mendapatkan air bersih untuk minum. Demikian juga dengan tagihan listrik, air, dan lainnya. Uang yang kamu bayarkan adalah pertukaran untuk bisa menikmati listrik di rumah, air bersih, dan layanan lainnya.
Tips Bayar Tagihan dengan Bahagia
Jadi supaya kamu tidak merasa berat setiap kali membayar tagihan, coba terapkan 5 tips ini:
Sambil tersenyum, ucapkan terima kasih. “Tuhan, terima kasih karena saya mampu membayar semua kebutuhan dan tagihan hari ini.”
2. Ganti kata “pengeluaran” menjadi “perputaran”.
Ubah cara pandangmu dan pikirkan bahwa uangmu berputar. Uang yang kamu keluarkan itu bukan pengeluaran saja, tetapi uangmu berputar dan akan kembali lagi kepadamu dalam jumlah yang lebih besar.