Abaikan Somasi, Bupati Dilaporkan Ke Tipidkor

Kantor Bupati Lumajang Tampak Dari Depan
Sumber :
  • Achmad Fuad Afdlol/viva banyuwangi

 

img_title Musnahkan Ribuan Botol, Bupati Lumajang Tegaskan Tak Terbitkan Izin Perdagangan Minuman Beralkohol

Lumajang, VIVA Banyuwangi - Karena belum dibayar sebesar Rp. 607.904.750 (enam ratus tujuh juta sembilan ratus empat ribu tujuh ratus lima puluh rupiah), oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, dan mengabaikan somasi yang diberikan melalui Bagian Umum Setda Lumajang, akhirnya Bupati Lumajang dilaporkan ke pihak Unit Tipidkor Polres Lumajang oleh LSM Lumajang Bergerak Satu Indonesia (LBSI) Kabupaten Lumajang.

 

img_title Kak Seto “Semprot” Kualitas Guru Menurun: “Mendidik Bukan Membidik, Mengajar Bukan Menghajar!”

Hal ini berkaitan sudah Wanprestasinya Pemkab Lumajang atas sebuah tindakan ingkar janji terhadap janji yang sudah dibuatnya yang melebihi masa tempo pembayaran pada pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Bupati Lumajang Tahun 2018/2019 lalu.

 

img_title Gas Melon Disorot! Bupati Lumajang Keluarkan Surat Edaran Tegas: Harga Maksimal Rp 18 Ribu, Pangkalan Dilarang “Main Mat

“Kewajiban untuk menyelesaikan tahap pembangunan, pemeliharaan dan pengadaan barang, dari Bagian Umum Setda Lumajang sebagai kepanjangan tangan Pemkab Lumajang seharusnya sudah melunasi pembayaran sebesar Rp. 607.904.750,” kata salah satu Anggota  LSM LBSI Kabupaten Lumajang, Eko Prabekti, kepada banyuwangi.viva.co.id.

 

Dikatakan Eko, kejadian ini terjadi sebelum Bupati dan Wakil Bupati Lumajang dilantik, sekitar tanggal 24 Juni 2018, di Pendopo Kabupaten Lumajang. Pagi hari itu, pihak rekanan selaku pelaksana project, atas nama Nuke Melila Herafanti melanjutkan proses pengerjaan desing pendopo dengan mengukur area lahan yang akan di renovasi.

 

“Kegiatan tersebut didampingi oleh Mashudi selaku PPTK Bagian Umum dan Kepala Bagian Umum Lilik Soejanti, hingga sore hari, yang dilanjut sampai ba’da Isya’ dan kami berkumpul di ruang peringgitan pendopo. Dan disana sudah ada tim kami, mulai Arsitek Nino asal Banyuwangi. Dan besok harinya, kami dipanggil oleh Bupati dan Kabag Umum diruang peringgitan, untuk mendiskusikan terkait perkembangan dan target project yang dapat di selesaikan, termasuk anggaran yang akan di keluarkan,” cerita Eko persis apa yang disampaikan pihak pelaksana project tersebut dihadapan penyidik.

 

Pada saat itu, diulas kembali oleh Eko, kalau yang hadir waktu itu ada Bupati, Kabag Umum, Wakil Kabag Umum, Wakil Bupati, Nuke Melila Herafanti dan Achmad Dahlan A.M selaku yang ditunjuk langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati untuk mengerjakan project Pemkab Kantor Bupati, Pendopo, dan Rumah Dinas Wakil Bupati.

Halaman Selanjutnya
img_title