Jembatan Putus, 2 Pasien Hamil Gawat Darurat Nyaris Terjatuh Saat Dievakuasi

Jembatan putus, dua pasien hamil nyaris terjatuh saat dievakuasi
Sumber :
  • https://www.viva.co.id

Maluku, VIVA BanyuwangiEvakuasi dua pasien ibu hamil asal Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, berlangsung dramatis setelah perjalanan darurat mereka terhenti akibat jembatan penghubung putus

img_title BEM dan MPM Untag Banyuwangi Periode 2026–2027 Resmi Dilantik

Kedua pasien awalnya mendapat perawatan di RSUD Pratama Gorom. Namun karena kondisi gawat darurat, dokter merujuk mereka ke RSUD Bula. Satu pasien mengalami komplikasi persalinan, sementara satu lainnya menderita kehamilan di luar kandungan. 

Evakuasi dimulai dengan speed boat melintasi laut menuju Desa Nama, Kecamatan Siritaun Wida Timur. Namun gelombang tinggi memaksa rombongan bersandar lebih cepat.

img_title PAM Jaya Pasang 130 Ribu Sambungan Air Bersih, Target Layanan 100 Persen pada 2029

Dari sana, pasien dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Nama untuk melanjutkan perjalanan darat, sebagaimana dikutip dari laman viva.co.id. 

Nahas, setiba di Desa Kian, Kecamatan Kiandarat, ambulans terhenti karena Jembatan Wai Kian masih terputus akibat banjir bandang pada 16 Agustus lalu. Kondisi itu memaksa kedua pasien diturunkan dan dievakuasi secara manual. 

img_title Kasus Korupsi Kredit Sritex, Kejagung Limpahkan 3 Tersangka ke Kejari Surakarta

Mereka dibopong warga serta tenaga medis menyeberangi jembatan darurat dari seutas papan kayu. Situasi makin mencekam ketika salah satu pasien nyaris terjatuh saat melintasi jembatan tersebut. 

“Kami sangat berharap pemerintah segera mengatasi robohnya jembatan Wai Kian karena kondisi darurat membuat tenaga kesehatan kesulitan melayani pasien, apalagi yang gawat seperti saat ini,” kata tenaga kesehatan Puskesmas Nama, Bahrum Rumadaul. Minggu, 24 Agustus 2025.

Jembatan Wai Kian merupakan akses vital yang menghubungkan empat kecamatan dengan Kota Bula, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur.

Kerusakan jembatan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan pasien darurat yang membutuhkan penanganan cepat.