Penyisiran Korban KM Lanang Jaya Berlanjut, Hingga Siang Nihil
- Dok. Basarnas Jember/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM Lanang Jaya yang terjatuh di perairan Gili Ketapang pada hari Jumat, 30 Januari 2026 sekira pukul 19.30 WIB Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga Senin, 2 Februari 2026. Hingga pukul 12.17 WIB, korban belum ditemukan.
Tim SAR dari Basarnas, dibantu nelayan setempat, masih melakukan penyisiran di Sektor 1 dan ke arah utara bahkan menuju Selat Madura dengan dua kapal tambahan. Untuk pencarian utama, digunakan KAL Sembulungan, kapal perang yang datang dari Banyuwangi.
Menurut Koordinator Pos Basarnas Jember, Jefriansyah Putra Pratama, perahu karet tidak digunakan karena akses terlalu jauh dan kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Kapal gabungan meyisir lautan
- Dok. Basarnas Jember/ VIVA Banyuwangi
“Cuaca teduh dengan gelombang sedang, namun jarak tempuh cukup jauh, sehingga kami mengoptimalkan kapal besar,” ujar Koordinator Pos Basarnas Jember, Jefriansyah Putra Pratama.
Komandan KAL Sembulungan menambahkan, tim berada sekitar 18 mil dari Pos Angkatan Laut Mayangan, lebih dekat ke sisi Madura.
“Kondisi laut relatif tenang dan tidak ada kendala berarti. Kami tetap berkoordinasi dengan nelayan untuk laporan bila ada tanda-tanda korban,” jelas Komandan KAL Sembulungan, Riyanto.
Identitas korban diketahui bernama Matsadi, 61 tahun, warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih. Korban terakhir terlihat mengenakan celana pendek biru dongker.
Penyisiran SAR melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi, termasuk tim SAR Pos Jember, Polsek Mayangan, Koramil, BPBD, Polair, KPLP, TAGANA, Lazizmu, serta nelayan sekitar. Upaya evakuasi akan dilakukan ke Puskesmas Gili Ketapang jika korban ditemukan.
Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan, dengan pengerahan peralatan SAR dan kapal tambahan sesuai kebutuhan.