Pemotor di Banyuwangi Tewas Usai Tertabrak Kereta Api
- Moh. Hasbi/Viva Banyuwangi
Banyuwangi,VIVA Banyuwangi -Pengendara Motor di Banyuwangi tewas usai tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu, di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, pada hari Rabu 11.00 WIB (19/7).
Pemotor yang tewas tertabrak Kereta Api tersebut bernama Selamet (57) warga Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng.
Kejadian itu dibenarkan Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Iptu Dwi Widjayanto mengatakan, adanya laporan dari masyarakat terjadi kecelakaan lalulintas Kereta Api.
"Sekira pukul 11.00 Wib, kami mendapatkan laporan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu informasinya yang kami dapatkan dan satu orang korban meninggal dunia," kata Iptu Dwi Widjayanto ke Banyuwangi.viva.co.id.
Setelah itu anggota satlantas polsek Genteng menuju ke lokasi kejadian, dan melakukan olah TKP untuk menggali Informasi ke beberapa saksi warga sekitar.
"Menurut keterangan warga awalnya korban mengendarai sepeda motornya melintas dari arah utara di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu tanpa menoleh kanan kiri," terangnya.
Secara bersamaan ketika melintas di rel kereta api, Pengendara roda dua jenis Honda Karisma secara bersamaan dari arah Barat menuju ke Timur K.A Probowangi jurusan Surabaya - Banyuwangi melaju dengan kecepatan 80 Km di Petak jalan sumber wadung - Kalistail.
"Kereta Api Probowongi langsung menabrak pengendara sepeda motor, hingga terpental ke arah timur sejauh 50 Meter dari rel Kereta api. Akibatnya pengendara motor meninggal di lokasi seketika itu," tuturnya.
Benturan keras itu dari keterangan saksi sampai terdengar, sehingga banyak warga berdatangan ke lokasi kejadian. Sedangkan posisi KA Probowangi kondisinya berhenti, terlihat adanya Kendaraan roda dua yang terseret kereta api.
"Menurut saksi mata yang kami mintai keterangan juga melihat adanya Korban dibelakang Kereta api dengan jarak +- 50M dari perlintasan kereta api tanpa palang pintu kondisi Korban Rusak tidak sempurna, dan meningal Dunia di TKP, selain korban meninggal kerugian material Rp. 3.000.000,- (Tiga juta Rupiah)," tutupnya.