Mengenal Ali Moertopo Sang Loyalis Utama Soeharto

Ali Moertopo dengan kacamata hitam yang menjadi ciri khasnya
Sumber :
  • https://rmol.id/amp/2019/07/17/396226/potret-intel-ali-moertopo-memecah-dengan-mainan-lama

Sejarah, VIVA BanyuwangiAli Moertopo mungkin tak terlampau dikenali generasi saat ini, namun perannya begitu besar dalam sejarah Indonesia terutama di era Orde Baru.

img_title Menhan Sjafrie Sebut Patung Sudirman di Jepang Simbol Persahabatan Abadi

Dia merupakan arsitek utama Orde Baru dan pernah begitu berjaya di awal era tersebut.

Ali Moertopo merupakan salah seorang kepercayaan Presiden Soeharto kala itu.

img_title Pesan Bahlil Lahadalia di Bimtek Partai Golkar: Anggota Dewan Harus Dekat dengan Rakyat

Jabatan-jabatan penting mulai dari Kepala Opsus (Operasi Khusus), Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), Menteri Penerangan, hingga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pernah dijabat olehnya.

Dia dikenal lihai berpolitik dan juga pandai dalam melaksanakan berbagai hal yang dapat melanggengkan kekuasaan Soeharto.

img_title Menteri Baru Dilantik, Prabowo Beri Pesan Tegas: Kader Jangan Sombong!

Dikarenakan kelihaian dan kepandaiannya tersebutlah, banyak yang beranggapan bahwa justru Ali Moertopo yang berperan lebih banyak dalam mengambil berbagai keputusan dan kebijakan dibanding Soeharto itu sendiri.

Dalam buku 'Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya' oleh Ramadhan K. H., Soeharto membantah bahwa Ali Moertopo yang berperan dalam pengambilan berbagai kebijakan penting di Indonesia kala itu.

"Sebelum Ali Moertopo meninggal, ada orang yang suka menilai, bahwa Ali Moertopo itu yang menentukan. Orang mengira bahwa pemerintah tidak bisa mengambil keputusan tanpa dia. Itu tidak benar! Buktinya? Setelah Ali Moertopo meninggal, pemerintah tetap bisa berjalan," ujar Soeharto dalam buku tersebut.

"Kalau bergantung pada Ali Moertopo, apabila Ali Moertopo meninggal tentu pemerintah tidak akan bisa jalan. Kenyataan menunjukkan bahwa dengan meninggalnya Ali Moertopo, pemerintah tetap bisa berjalan. Dan saya bisa memimpin. Maka tidaklah benar bahwa segalanya itu bergantung pada dia," tegas Soeharto dalam buku tersebut.

Di akhir hayatnya yang sudah sakit-sakitan, Ali Moertopo memang merasa seperti disingkirkan oleh Soeharto yang diisukan khawatir dengan semakin terkenalnya nama Ali Moertopo di kalangan masyarakat.

Ali Moertopo sendiri meninggal pada tanggal 15 Mei 1984 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.