Lewat Konfercab Persatuan, DPC GMNI Banyuwangi Akhiri Perpecahan Internal
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Dinamika perpecahan internal yang sempat membelah kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Banyuwangi akhirnya resmi berakhir. Melalui agenda Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan yang digelar pada Sabtu, 13 Juni 2026, seluruh elemen kader sepakat untuk kembali menyatukan barisan.
Agenda bersejarah ini menjadi titik balik penyelesaian konflik dualisme kepengurusan (cabang utara dan cabang selatan) yang sempat membayangi laju organisasi dalam beberapa waktu terakhir. Konfercab Persatuan ini menjadi wujud nyata rekonsiliasi organisasi dari tingkat cabang hingga akar rumput (komisariat).
Jalan menuju persatuan ini sejatinya tidak mudah dan diwarnai dinamika yang cukup alot. Berdasarkan rentetan historis, proses konsolidasi antar-faksi, baik dari kubu kepemimpinan Rino Bakhtiar maupun Riyan Bachtiar telah diinisiasi sejak April 2026. Melalui serangkaian rapat dan desakan dari berbagai komisariat, kedua belah pihak akhirnya menyepakati jalan damai dan membentuk kepanitiaan bersama pada 27 Mei 2026.
Namun, ketegangan sempat kembali memuncak jelang hari pelaksanaan. Sehari sebelum Konfercab Persatuan digelar, tepatnya pada 12 Juni 2026, akun Instagram resmi @gmni.banyuwangi mengunggah surat pernyataan sikap yang menolak agenda persatuan. Surat tersebut dirilis dengan bubuhan tanda tangan Ketua Riyan Bachtiar dan Sekretaris Mandri Hidayat, lengkap beserta stempel organisasi.
Menariknya, sikap dalam surat tersebut diklarifikasi secara langsung di dalam forum Konfercab oleh perwakilan kepengurusan Riyan Bachtiar. Sarinah Jesica, yang hadir mewakili DPC GMNI Banyuwangi di bawah kepemimpinan Riyan Bachtiar, menegaskan posisinya bahwa surat penolakan tersebut merupakan keputusan sepihak dan tidak mewakili suara nurani pengurus maupun kader.
"Saya hadir membawa mandat dan suara nurani pertanggungjawaban untuk DPK dan seluruh kader GMNI Banyuwangi. Kami menyatakan tidak ikut dan tidak bertanggung jawab atas keputusan sepihak pada pukul 01.32 dini hari kemarin malam," tegas Jesica dalam sambutannya di hadapan forum.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga muruah organisasi dari manuver-manuver di luar kesepakatan bersama.
"Bagi kami, organisasi harus dijalankan di atas rel konstitusi yang sah, bukan berdasarkan manuver larut malam yang memecah belah organisasi," imbuhnya.