Mengenal 6 Tarian Adat Lampung, Warisan Kebudayaan Khas Daerah Indonesia
- Pinterest: @Jaka Anandita
Budaya, VIVA Banyuwangi –Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang kaya akan kebudayaannya, salah satunya adalah tarian adat.
Tak hanya satu, terdapat enam tarian adat khas Lampung dengan masing-masing makna dan filosofi dibaliknya.
1. Tari Bedana
Tari Bedana merupakan tarian khas asal daerah Lampung yang menginterpretaikan keseimbangan nilai adat istiadat, agama Islam, serta tata kehidupan masyarakat. Tarian ini sendiri menceritakan tentang proses perkenalan muda-mudi dan biasa dipentaskan sebagai hiburan saat acara penyambutan tamu agung atau perpisahan.
2. Tari Melinting
Tari Melinting adalah tarian tradisional dari Lampung Timur yang diciptakan pada abad ke-16 olh Ratu Melinting di Labuhan Maringgai. Tarian ini biasanya dilakoni oleh delapan orang yang terdiri dari empat penari putra dan empat penari putri dengan pola lantai yang unik. Gerakan dari tari melinting bermakna tentang kegagahan dan kelembutan putra putri Lampung.
3. Tari Cangget Agung
Tari Cangget Agung merupkn tarian adat Lampung yang biasa dipentaskan pada acara adat begawi. Tarian ini menyimbolkan nilai-nilai adat yang berlaku pada masyarakat Lampug Pepadun. Gerakan tari Cangget Agung sendiri menggambarkan keanggunan dari seekor burung elang.
4. Tari Sembah Pengunten
Tari Sembah Pengunten atau Sigeh Pengunten adalah tarian yang biasa dipertunjukkan untuk tamu kehormatan atau acaa formal lainnya. Tarian ini mencerminkan satu kesatuan dalam setiap satuan gerak dan Langkah. Secara filosofi tarian ini menggambarkan perpaduan dua suku besar yang ada di Lampung, yakni Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin.
5. Tari Tupping
Tarian Tupping merupakan tarian tradisional khas Lampung Selatan. Tarian ini ditarikan tidak boleh kurang atau lebih dari 12 orang dan menggunakan topeng. Tarian ini menceritakan tentang perjuangan dan kegigihan pasukan perang Radin Inten I, Radin Imba II, dan Radin Inten II melawan colonial Belanda.
6. Tari Halibambang
Tari Halibambang adalah salah satu tarian dari adat Saibatin dan dipentaskan secara berkelompok. Tarian ini merupakan warisan dari Sekala Benghak dan biasa ditampilkan pada acara pernikahan atau sambutan pesta adat. Memiliki Gerakan seperti kupu-kupu berterbangan, tarian ini sarat akan makna kesopnana, keindahan, dan keangguna seorang gadis.