Lebaran Ketupat: Tradisi Syukuran Unik di Tanah Jawa

Tradisi lebaran ketupat
Sumber :
  • www.istockphoto.com

Tradisi, VIVA BanyuwangiLebaran Ketupat merupakan tradisi khas masyarakat Jawa yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri, tepatnya pada tanggal 8 Syawal. Perayaan ini menandai berakhirnya puasa sunnah enam hari di bulan Syawal dan menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Asal-Usul Tradisi Lebaran Ketupat

Trik Membuat Ketupat Enak dan Padat, Cocok untuk Lebaran

Tradisi ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo, pada abad ke-15. Beliau menginisiasi ritual "Bakda Kupat" sebagai simbol permintaan maaf dan pembersihan diri setelah menjalani ibadah puasa. Dalam bahasa Jawa, "kupat" atau "ketupat" merupakan akronim dari "ngaku lepat," yang berarti mengakui kesalahan. Anyaman daun kelapa yang membungkus ketupat melambangkan kompleksitas dosa manusia, sedangkan nasi putih di dalamnya mencerminkan kesucian setelah mendapatkan pengampunan. citeturn0search3

Pelaksanaan Tradisi

Pada hari Lebaran Ketupat, masyarakat Jawa biasanya memasak dan menyajikan ketupat bersama hidangan pendamping seperti opor ayam, rendang, atau sayur lodeh. Keluarga dan tetangga saling berkunjung untuk menikmati hidangan bersama, mempererat hubungan sosial, dan saling memaafkan. Di beberapa daerah, tradisi ini juga dimeriahkan dengan acara adat seperti kirab budaya dan pertunjukan seni lokal.

Makna Filosofis

Meriahnya 10 Tradisi Lebaran Paling Terkenal di Indonesia

Lebaran Ketupat tidak hanya sekadar perayaan kuliner, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual dan sosial. Tradisi ini mengajarkan pentingnya introspeksi, pengakuan atas kesalahan, dan upaya memperbaiki diri. Selain itu, momen ini menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan harmoni dalam komunitas.

Halaman Selanjutnya
img_title